Analytical Exposition: Pengertian, Struktur, Jenis, Contoh Text

Analytical Exposition Pengertian, Struktur, Jenis, Contoh Text

Pernahkah kamu melihat jenis teks yang isinya tentang argumen penulis tentang sebuah isu yang sedang banyak dibicarakan di masa kini? Teks tersebut disebut dengan analytical exposition. Biasanya, kamu akan menemukannya dalam blog atau media massa.

Jenis teks eksposisi ini merangkum fenomena atau isu yang sedang terjadi dengan argumen yang disampaikan oleh penulis. Pembacanya juga akan mendapatkan informasi atau pengetahuan baru. Berikut ini adalah rangkuman tentang jenis teks ini.

Pengertian Analytical Exposition

Apa itu analytical exposition? Jenis teks ini adalah sebuah wacana yang menggambarkan sebuah isu yang membuat pembacanya mendapatkan pengetahuan baru. Selain informasi, penulis juga menyampaikan argumennya tentang isu tersebut.

Argumen penulis bisa berupa hal positif maupun negatif. Hal ini tidak terbatas, sehingga isinya subjektif. Meski begitu, argumen yang disampaikan oleh penulis berlandaskan dari fakta yang ada. Penulis juga tidak bermaksud untuk mempengaruhi pembacanya.

Topik yang biasanya disampaikan di dalam teks analytical exposition merupakan isu sosial yang banyak terjadi di masyarakat. Pembacanya bisa setuju atau tidak setuju. Tujuan utamanya adalah hanya mengajak diskusi tentang fenomena yang sedang hangat.

Fungsi Analytical Exposition

Analytical exposition bertujuan untuk menguraikan dan menjelaskan suatu isu atau topik dengan tujuan meyakinkan pembaca atau pendengar tentang pandangan atau pendapat penulis. Berikut beberapa fungsi Analytical exposition.

1. Memberikan informasi

Fungsi analytical exposition di dalam teks Bahasa Inggris adalah memberikan informasi kepada pembacanya. Informasi ini terkandung di bagian pembuka dari wacana ini. Jenis informasinya biasanya disampaikan secara umum dan dianggap penting.

2. Bahan diskusi

Penulis juga umumnya akan mengajak pembacanya untuk melakukan diskusi setelah membaca habis isi teks. Itu sebabnya, teks ini banyak di forum online. Pembaca akan menyampaikan umpan balik terhadap argumen yang disampaikan penulis.

3. Menyampaikan opini

Penulis menggunakan jenis analytical exposition untuk menyampaikan opininya kepada audiens atau masyarakat secara umum. Penyajian argumentasinya dilengkapi dengan data-data pendukung, sehingga bentuknya tidak seperti hoax semata.

4. Menyampaikan fenomena terkini

Untuk bisa menyampaikan fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat, maka penulis perlu menggunakan jenis teks ini. Di sisi lain, tujuan penulis murni untuk memberikan informasi yang rinci tanpa memiliki maksud untuk mengubah persepsi pembacanya.

5. Menyampaikan hal yang dianggap penting

Bagi penulis yang ingin menyajikan topik yang dianggap penting, maka analytical exposition text merupakan jenis teks yang tepat untuk digunakan. Penulis perlu meyakinkan pembaca bahwa topik yang diangkat perlu diperdebatkan oleh masyarakat yang lebih luas.

Ciri-ciri Analytical Exposition

Teks ini memiliki karakteristik tertentu yang membantu pembaca mengidentifikasinya dengan mudah. Memahami ciri-ciri ini membantu kita mengenali dan mengapresiasi eksposisi analitis dalam konteksnya. Berikut beberapa ciri-ciri Analytical Exposition.

1. Menyediakan fakta umum

Fakta umum yang ada di analytical exposition dianggap penting untuk disampaikan. Hal ini membuat pembacanya sama-sama memahami sebuah topik penting terlebih dahulu sebelum membaca argumen dari penulis di bagian teks lainnya.

2. Terdapat argumen

Argumentasi di dalam teks ini juga penting dan yang membedakannya jenis teks report. Argumen penulis mirip dengan opini karena pembacanya bisa setuju atau tidak setuju. Penulis hanya membahas isu berdasarkan sudut pandangnya saja.

3. Topik adalah isu terkini

Ciri utama dalam teks ini adalah topik yang dibahas merupakan sebuah isu terkini di masyarakat. Pembacanya akan menganggap bahwa topik tersebut sangat layak untuk didiskusikan karena relevan dengan keadaan saat ini.

4. Informasinya rinci

Informasi yang ada di dalam teks ini sangat rinci dan membantu pembacanya untuk mendapatkan pandangan baru terhadap sebuah fenomena. Penulis juga tidak boleh menyelipkan opini ketika menyampaikan informasi tersebut di dalam tulisan.

Baca Juga : Hortatory Exposition

Generic Structure Analytical Exposition

Struktur ini menentukan bagaimana argumen disusun dan disajikan. Komponen-komponen utama dari analytical exposition, seperti pendahuluan, serangkaian argumen, dan penutup. Memahami struktur ini penting untuk menulis dan menganalisis teks dengan efektif.

1. Thesis

Di bagian ini, penulis mengenalkan topik apa yang akan didiskusikan di dalam teks tersebut. Gunanya adalah memberi informasi kepada pembaca sebagai gambaran tentang fenomena yang akan dibahas. Thesis bisa terdiri dari satu hingga dua paragraf.

Penulis juga bisa mengenalkan dirinya sendiri di dalam tesis. Hal ini menjadi penting bagi pembaca sendiri, karena penulis akan menulis berdasarkan keilmuan dan sudut pandangnya. Sehingga, argumennya akan terdengar lebih spesifik.

2. Arguments

Bagian generic structure di dalam analytical exposition text adalah argumentasi. Argumen dari penulis bisa disampaikan dengan panjang lebar sesuai dengan sudut pandang keilmuannya. Di sisi lain, penulis juga harus menyampaikan dengan fakta yang ada.

Bagian argumen harus kamu tuliskan dengan sangat hati-hati. Pasalnya, setiap argumen yang disampaikan harus memiliki landasan yang kuat sebagian bagian pendukung di dalam teksnya. Satu argumen bisa disampaikan dalam paragraf maupun poin.

3. Conclusion

Bagian terakhir dari analytical exposition adalah conclusion atau kesimpulan dari pembahasan yang sudah disampaikan. Kesimpulan harus berisi rangkuman pendek, bukan ajakan kepada pembaca untuk melakukan sebuah tindakan tertentu.

Jenis-jenis Analytical Exposition

Mengenali Jenis-jenis Analytical Exposition mempermudah kita dalam menilai dan mengapresiasi beragam konteks di mana teks ini muncul. Ada beragam jenis teks Analytical Exposition yang berkisar dari esai, artikel, editorial, hingga pidato. Berikut jenis-jenis teks ini.

1. Description

Jenis teks ini merupakan penjabaran penulis tentang sebuah topik dan disampaikan dengan rinci mulai dari karakteristik, fitur, hingga contohnya. Pembaca akan menangkap informasi yang sangat banyak dari jenis teks descriptive.

2. Problem and solution

Kamu akan menemukan banyak sekali jenis teks problem and solution yang disajikan dengan menggunakan analytical exposition. Penulis akan menyampaikan masalah-masalah dalam bentuk argumen dan hal-hal yang bisa dijadikan solusi untuk menyelesaikannya.

3. Cause and effect

Jenis teks cause and effect dalam analytical exposition berfungsi untuk menyampaikan akibat-akibat yang terjadi di masa kini dengan mengaitkannya ke beberapa faktor. Dengan begitu, pembaca juga diajak berpikir apakah hal tersebut terjadi di sekitarnya.

4. Sequence

Sementara jenis teks yang satu ini akan membahas berbagai kejadian yang terjadi secara berurutan. Gunanya adalah untuk menunjukkan bahwa banyak hal terjadi akibat dari topik yang dibicarakan, sehingga pembaca perlu mengetahui bahwa events tersebut berkaitan.

Baca Juga : Explanation Text

Kaidah Kebahasaan Analytical Exposition

Kaidah kebahasaan memainkan peran penting dalam menyusun teks eksposisi yang persuasif. Penggunaan kalimat kompleks, kata-kata yang kuat, pemilihan gaya bahasa, dan tata bahasa yang benar. Berikut kaidah kebahasaan Analytical Exposition yang sudah Kelasedu rangkum.

1. Fokus kepada manusia dan non-manusia

Topik yang disampaikan di dalam analytical exposition bisa berupa manusia dan non-manusia. Teks ini akan fokus kepada objek tersebut, baik secara umum maupun spesifik. Hal ini mencegah pembahasan menjadi terlalu banyak dan membingungkan.

2. Terdapat mental process

Mental process merupakan sebuah language feature dari teks ini yang akan membangun sisi emosional pembacanya. Terdapat beberapa jenis verb di dalam penggambaran mental process ini seperti feel, realize, think, etc.

3. Menggambarkan sebuah perubahan

Kamu juga bisa mendeskripsikan sebuah perubahan yang terjadi di masa kini akibat faktor di masa lalu. Sehingga, tenses yang digunakan bisa juga menggunakan present perfect tense dan simple present tense. Pembaca juga akan memahami tentang perubahan tersebut.

4. Disampaikan dengan sistematis

Satu lagi kaidah kebahasaan dari analytical exposition adalah jenis teksnya disampaikan dengan sistematis. Hal ini akan memudahkan pembaca untuk menangkap awal mula sebuah topik bisa mengalami perubahan. Namun, isinya hanya terbatas informasi saja.

Contoh Analytical Exposition

Benefits of Reducing Sugar Intake for Health

Sugar is one of the compounds needed by the body because it is converted into energy. Even though this sounds good, you should still limit your use of sugar. There are several things you should know about why consumption should be limited.

First, sugar is a food ingredient that can trigger diabetes. This is very dangerous because you will become immune to sugar. The pancreas will not work optimally so you will get tired easily and get sick.

Reducing sugar consumption can also help you avoid the risk of heart disease. This disease is known to be deadly throughout the world. You have to reduce foods that contain sugar because the effect is to increase LDL in the body.

Third, reducing sugar consumption can also put your weight in an ideal position. Excessive weight gain is associated with liver inflammation and increased fat. So, reducing sugar can help you avoid disease problems.

The explanation above is an important reason why you should reduce your sugar intake. Various diseases always lurk in people who consume excess sugar. The sugar in fruit is known to be better than foods with added sugar.

Baca Juga : Procedure Text

Contoh Soal Analytical Exposition Beserta Jawabannya

The Good Side of Breakfast for Health

Breakfast is an activity that you must do because it has various health benefits. Breakfast not only makes you full, but also makes you focused, energized, and think positively to carry out activities throughout the day. That’s why you need to pay attention to nutrition at breakfast.

The reason you will feel when you don’t eat breakfast with adequate nutrition is feeling weak. You will also need more sugar during the day if you don’t have breakfast. Because this is very important, that’s why breakfast brings good things to your health. Unfortunately, there are still many who skip breakfast.

First, breakfast is the easiest way to meet your daily nutritional needs. Skipping breakfast will actually make you unfocused throughout the day. By eating breakfast, you can get enough energy and various types of vitamins for the body. Those who regularly eat breakfast also have better nutrition.

Breakfast can also increase your body’s metabolism after you spend time sleeping at night. The body again receives the nutrients the body needs, so that the organs can work optimally again. Food and drinks consumed at breakfast will turn into energy.

By having breakfast, you can also get in a better mood. Productivity at work or school can also increase, so you can produce more good things. Your concentration will be better because your focus will be productive, not thinking about being hungry.

Breakfast is an important thing that you must do every day. On the other hand, you must also pay attention to the breakfast menu so that you don’t lack nutrition and excess sugar. That way, the body will be healthier and daily productivity will be optimal.

Latihan Soal

1. What can you get from breakfast every morning?

a. Sleepy sensation after having it.
b. Energy and vitamins for the body.
c. Cholesterol

2. What will you have if you skip breakfast?

a. Unfocused throughout the day.
b. Feeling full.
c. Being energetic for a day.

3. The following statements are correct according to the passage, except:

a. Breakfast will make your mood good.
b. Skipping breakfast is good for your health.
c. Food and drink for breakfast will turn into energy.

Jawaban:

1. B
2. A
3. B

Teks berupa analytical exposition sangat umum ditemukan di mana-mana, mulai dari blog, koran, majalah, dan jenis lainnya. Isi teks ini fokus kepada pemberian informasi kepada pembaca saja, bukan untuk mengajak mereka melakukan perubahan.