8 Bentuk Bangun Datar Beserta Gambar, Rumus, dan Sifatnya

Bangun Datar

Bangun datar merupakan salah satu pembahasan geometri pelajaran Matematika yang akan diperkenalkan sejak di Sekolah Dasar. Setiap bangun datar akan memiliki karakteristik dan perhitungan yang berbeda-beda.

Sebab itu, Kamu perlu memahami terlebih dahulu apa itu bangun-bangun datar, dan bagaimana menjawab soal-soalnya. Di sini, Kelasedu akan memberikan penjelasan bangun datar yang lengkap agar mudah dipahami.

Pengertian Bangun Datar

Dalam ilmu geometri, bangun datar merupakan objek dengan wujud dua dimensi, yang mana, ini berarti hanya memiliki panjang dan lebar. Tentunya, bangun datar memiliki garis dan sudut sebagai elemen pembentuk objek dua dimensi.

Berbeda dengan objek tiga dimensi, bangun datar tidak memiliki volume atau ruang sebagai bagian dari perhitungan. Sebab itu, rumus dari bangun datar berputar pada luas, keliling, serta panjang diagonal.

Meski demikian, memahami bangun datar merupakan hal dasar dalam materi geometri dalam pelajaran Matematika. Nantinya, perhitungan ini akan kembali dipakai saat mempelajari berbagai bentuk bangun ruang.

Bangun Datar dalam Kehidupan Sehari Hari

Sebagai bentuk permukaan objek, bangun datar sangat mudah untuk ditemui dalam keseharian. Seperti yang diketahui bahwa, hampir setiap barang yang digunakan setidaknya memiliki permukaan yang menyerupai bangun datar, misalnya:

  • Papan tulis. Di sekolah, papan tulis baik yang masih memakai kapur atau spidol, memiliki bentuk persegi panjang. 
  • Jam dinding. Dapat dilihat jika jam yang berada di rumah, di sekolah, hingga di kantor memiliki bentuk lingkaran.
  • Mainan. Misalnya seperti layangan yang berbentuk layang-layang, atau kartu yang berbentuk persegi panjang.
  • Perabotan. Mulai dari permukaan meja, permukaan lemari, dan lain sebagainya.

Selain barang, bangun datar juga dipakai dalam kesenian maupun arsitektur. Rancangan bangunan atau gambar yang digambar di atas kertas atau kanvas, dapat menggunakan berbagai macam bangun datar.

Jenis-Jenis Bangun Datar

8 Bentuk Bangun Datar Beserta Gambar, Rumus, dan Sifatnya
Jenis-Jenis dan Rumus Bangun Datar

Karena banyaknya hal-hal kehidupan yang memiliki bangun datar, maka bangun datar terdiri dari berbagai jenis berdasarkan sifat, bentuk, dan rumusnya. Berikut apa saja bangun geometri dua dimensi yang termasuk ke dalam kategori bangun datar:

1. Persegi

Persegi

Mulai dari yang paling mudah, ada bangun datar persegi, atau juga kerap disebut sebagai bujur sangkar. Persegi merupakan bidang datar yang memiliki rumus perhitungan paling mudah, karena sifat simetrinya yaitu:

  • Memiliki empat sisi (s) yang sama panjang, empat buah rusuk, dan juga dua sisi yang berhadapan.
  • Memiliki sudut siku-siku pada setiap sudutnya.
  • Memiliki dua garis diagonal dengan panjang yang sama.

Rumus Persegi

  • Rumus Luas Persegi (L): sisi (s) x sisi (s) (atau juga bisa menggunakan s²)
  • Rumus Keliling Persegi (K): 4 x sisi (s)

2. Persegi Panjang

Bangun datar selanjutnya yaitu persegi panjang, yang mirip dengan persegi namun lebih lebar. Berbeda dengan persegi, bangun datar dua dimensi ini memiliki sifat dan elemen yang sedikit berbeda, yaitu berupa:

  • Mempunyai dua sisi yang berukuran sama, yaitu p (panjang, dan l (lebar).
  • Memiliki sudut siku-siku pada setiap sudutnya.
  • Memiliki dua garis diagonal dengan panjang yang sama.

Rumus Persegi Panjang

  • Rumus Luas Persegi Panjang (L): panjang (p) x lebar (l)
  • Rumus Keliling Persegi Panjang (K): 2 x (p + l)

3. Segitiga

 Segitiga

Bangun datar selanjutnya yaitu segitiga, yang mempunyai karakteristik lancip dan memiliki tiga sisi. Berdasarkan sifatnya, segitiga terdiri dari beberapa jenis namun hanya beberapa yang umum dipakai, yaitu:

  • Segitiga sama sisi, adalah jenis yang memiliki tiga sisi (s) dengan panjang sama, serta masing-masing berukuran sudut sama (60⁰).
  • Segitiga sama kaki, adalah jenis yang mempunyai dua sisi berukuran sama panjang, namun hanya dua sudut di alas (a) yang ukurannya persis.
  • Segitiga siku-siku, adalah jenis yang memiliki satu siku-siku (90⁰), di antara kaki sudut yang menjadi alas dan tinggi (t).
  • Segitiga lancip, adalah jenis dimana ketiga sudutnya lancip, namun tidak satupun panjang sisinya sama.
  • Segitiga tumpul, adalah jenis dimana salah satu sudutnya berukuran tumpul, sementara dua sudut lainnya tidak memiliki panjang yang persis. 
  • Segitiga sembarang, yaitu jenis dimana ketiga ukuran sudut serta semua sisinya tidak sama.

Rumus Segitiga

  • Rumus Luas Segitiga (L): ½ x alas (a) x tinggi (t)
  • Rumus Keliling Segitiga (K): sisi a + b + c

4. Jajar Genjang

Jajar Genjang

Jajar genjang atau jajaran genjang memiliki bentuk yang menyerupai persegi panjang, namun terlihat seperti dimiringkan. Sebab itu, sifat yang dimiliki oleh bangun datar ini terbilang cukup unik. Berikut penjelasannya:

  • Mempunyai dua pasang sisi dengan ukuran sama, yaitu sisi alas (a) dan sisi miring (b).
  • Memiliki dua pasang sudut lancip dan tumpul, dengan masing-masing ukuran sama.
  • Kedua garis diagonal yang dimilikinya mempunyai panjang yang persis.

Rumus Jajar genjang

  • Rumus Luas Jajar Genjang (L): alas (a) x tinggi (t)
  • Rumus Keliling Jajar Genjang (K): 2 x (alas (a) + sisi miring (b))

5. Trapesium

Bangun datar Trapesium mempunyai sifat yang terbilang unik, bila dibandingkan dengan bangun datar lain. Berikut apa saja karakteristik yang dimiliki oleh bangun datar berbentuk unik tersebut:

  • Hanya memiliki sepasang sisi atau dua garis sejajar, yakni sisi a dan sisi b.
  • Terdapat dua pasang sudut lancip dan tumpul berukuran persis (khusus trapesium sama kaki).
  • Terdapat dua sudut siku-siku yang saling menyatu (khusus trapesium siku-siku).
  • Bila dihitung, total ukuran dua sudut di antara dua sisi yang bersebelahan adalah 180⁰.

Rumus Trapesium

  • Rumus Luas Trapesium (L): ½ x (sisi a + b) x tinggi (t)
  • Rumus Keliling Trapesium (K): sisi a + b + c + d

6. Belah Ketupat

Belah Ketupat

Bangun datar ini dinamakan dengan belah ketupat, karena bentuknya yang mirip dengan ketupat. Belah ketupat juga bisa dinilai terbentuk dari empat buah segitiga, sehingga akan memiliki sifat seperti:

  • Memiliki empat buah sisi (s) dengan sama ukurannya.
  • Mempunyai dua pasang sudut lancip dan tumpul, dengan hadapan dan ukuran persis.
  • Terdapat dua garis diagonal (d) saling berpotongan tepat di tengah bidang datar.

Rumus Belah Ketupat

  • Rumus Luas Belah Ketupat (L): ½ x diagonal 1 (d1) x diagonal 2 (d2)
  • Rumus Keliling Belah Ketupat (K): 4 x sisi (s)

7. Layang-Layang

Sesuai dengan namanya, bidang datar ini memiliki bentuk yang menyerupai layangan model standar. Adapun sifat layang-layang akan memiliki ciri khas yang berbeda dengan belah ketupat, dengan ketentuan berikut:

  • Hanya mempunyai dua pasang sisi (s) dimana ukuran panjangnya sama persis.
  • Hanya satu pasang sudut saja yang ukuran sudutnya sama.
  • Berbeda dengan belah ketupat, kedua garis diagonal (d) layang-layang tidak saling berpotongan di tengah.

Rumus Layang-layang

  • Rumus Luas Layang-layang (L): ½ x diagonal 1 (d1) x diagonal 2 (d2)
  • Rumus Keliling Layang-layang (K): 2 x (sisi a + sisi b)

8. Lingkaran

Bangun datar yang terakhir adalah lingkaran, yang menyerupai permukaan berbagai objek bulat seperti roda, jam, dan lain-lain. Dengan bentuknya yang unik, maka sifat-sifat lingkaran pun tentunya berbeda, yaitu:

  • Hanya memiliki satu titik, yaitu berada di bagian pusat lingkaran.
  • Jarak titik pada garis lingkaran dengan bagian pusat (disebut sebagai radius atau jari-jari) adalah sama.
  • Menggunakan bilangan konstanta pi (π) dalam menghitung luas dan keliling.

Rumus Lingkaran

  • Rumus Luas Lingkaran (L): π (22/7 atau 3.14) x r² (radius)
  • Rumus Keliling Lingkaran (K): 2 x π x r

Simetri Putar dan Simetri Lipat Bangun Datar

Setelah mengetahui apa saja kriteria luas keliling serta rumusnya, Kamu juga perlu mengetahui jumlah simetri putar dan simetri lipat setiap bangun datar. Berikut tabel mengenai jumlah simetri putar dan lipat masing-masing:

Jenis Bangun DatarTotal Simetri PutarTotal Simetri Lipat
Persegi44
Persegi Panjang22
Segitiga Sama Sisi33
Segitiga Sama Kaki10
Segitiga Siku-Siku10
Segitiga Lancip, Tumpul, dan Sembarang00
Jajar Genjang02
Trapesium Sama Kaki10
Trapesium Siku-Siku00
Trapesium Sembarang00
Belah Ketupat22
Layang-Layang10
LingkaranTak TerhinggaTak Terhingga

Contoh Soal Bangun Datar

Sebagai pelengkap pembahasan kali ini, Kelasedu juga akan menyertakan berbagai macam soal serta pembahasannya. Supaya Kamu mampu menerapkan rumus di atas kepada soal bangun datar yang benar.

Contoh Soal 1

Tentukan luas beberapa objek bangun datar berikut!

  1. Lembaran kertas berbentuk persegi panjang dengan panjang 20 cm serta lebar 10 cm.
  2. Sisi atap berbentuk segitiga dengan alas 3 m serta tinggi 2 m.
  3. Potongan kertas berbentuk trapesium dengan dua sisi berukuran 8 cm dan 7 cm, serta tinggi 4 cm.
  4. Sebuah layangan dengan diagonal horizontal 15 cm serta diagonal vertikal 20 cm.
  5. Kertas lingkaran dengan radius 21 cm.

Jawaban dan Pembahasan:

1. L:  p x l = 20 cm x 10 cm = 200 cm².

2. L: ½ x a x t = ½ x 3 m x 2 m = 3m².

3. L: ½ x (sisi a + b) x t = ½ x (8 cm + 7 cm) x 4 cm = 30 cm².

4. L: ½ x d1 x d2 = ½ x 15 cm x 20 cm = 150 cm².

5. L: π x r² = 22/7 x 21 cm x 21 cm = 1.386 cm².

Contoh Soal 2

Tentukan keliling beberapa objek bangun datar berikut!

  1. Tanah lapang berbentuk persegi dengan tiap sisi 2 m.
  2. Dekorasi berbentuk jajaran genjang dengan alas 10 cm serta sisi miring 5 cm.
  3. Ukiran motif belah ketupat dengan masing-masing sisinya 8 cm.

Jawaban dan Pembahasan:

1. K: 4 x s = 4 x 2 m = 8 m.

2. K: 2 x (alas (a) + sisi miring (b)) = 2 x (10 cm + 5 cm) = 30 cm.

3. K: 4 x s =  4 x 8 = 32 cm.

Itu dia pembahasan lengkap mengenai bangun datar, mulai dari pengertian masing-masing hingga rumusnya. Dengan ini, Kamu akan semakin mantap untuk menguasai ilmu geometri tersebut.