Cawan Porselin: Pengertian, Fungsi, Ukuran, Cara Menggunakan

Cawan Porselin Pengertian, Fungsi, Ukuran, Cara Menggunakan

Pada kesempatan kali ini, Kelasedu akan memberikan pembahasan mengenai cawan porselin yang merupakan salah satu peralatan penting di ruang praktikum. Untuk mengetahui pengertian, fungsi, cara menggunakan, prinsip kerja, gambar hingga harganya. Bisa kamu simak melalui penjelasan lengkap Kelasedu berikut ini ya.

Pengertian Cawan Porselin

Apa itu cawan porselin? Cawan porselin sendiri merupakan sebuah alat di laboratorium yang terbuat dari porselin. Yakni bahan peralatan laboratorium yang tahan terhadap panas atau suhu yang tinggi.

Nama lain dari alat ini adalah cawan penguap atau evaporating dish. Karena memang fungsi utamanya adalah digunakan untuk proses penguapan.

Sekilas alat ini seperti memiliki kesamaan pada bahannya dengan krusibel. Akan tetapi memiliki bentuk dan fungsi yang sedikit berbeda. Karena cawan ini biasanya dipakai untuk menguapkan pelarut yang terdapat di dalam sampel atau benda uji coba.

Bentuknya yang seperti setengah bola atau mirip dengan mangkok kecil namun dengan luas permukaan yang sedikit lebih lebar ini memudahkan proses penguapan atau evaporasi.

Tidak hanya tahan dengan suhu tinggi, cawan ini juga cukup kuat dan kokoh sehingga tidak akan mengalami keretakan saat digunakan untuk proses penguapan atau evaporasi.

Proses penguapan atau evaporasi ini sendiri merupakan sebuah proses kimia yang dilakukan untuk menghilangkan bagian solusi bahan yang mudah menguap. Dari proses ini akan menghasilkan pelarut yang mempunyai kandungan zat terlarut yang lebih tinggi.

Fungsi Cawan Porselin

Sebelumnya Kelasedu sudah menjelaskan sekilas mengenai pengertian dari cawan ini. Berikut kamu bisa simak apa saja fungsi dan kelebihannya:

1. Membantu Pengeringan dan Penguapan

Sebenarnya fungsi utamanya adalah sebagai tempat atau wadah untuk mengeringkan dan menguapkan cairan maupun larutan. Pada saat substansi cair dipanaskan di dalam cawan ini.

Maka air atau pelarut lainnya akan menguap dan meninggalkan zat padat atau residu di dalam cawan. Proses ini sendiri bertujuan untuk memisahkan bahan padat dari cairan lalu memfasilitasi analisis lebih lanjut.

2. Membantu Proses Pengendapan dan Kristalisasi

Fungsi berikutnya dari cawan ini adalah untuk melakukan reaksi kimia agar menghasilkan endapan atau kristal. Pada saat reaksi kimia tertentu menghasilkan produk yang padat, maka hasilnya akan terkumpul di dasar cawan.

Kemudian, endapan tersebut pun akan bisa kamu pisahkan, lalu keringkan untuk kemudian ditimbang. Agar bisa menentukan hasil reaksi.

3. Penghitungan Berat

Cawan ini sendiri memiliki berat umum yang dapat kamu ketahui sehingga biasanya digunakan untuk membantu mengukur massa dari berbagai bahan padat. Sebelum kamu mengisi cawan dengan bahan.

Maka kamu wajib menimbang cawan terlebih dahulu untuk mengetahui beratnya. Kemudian setelah bahan dimasukkan di dalam cawan, maka kamu bisa menimbangnya kembali untuk menentukan massa pada bahan padat yang diukur.

4. Pemanasan Homogen

Biasanya cawan ini juga bisa digunakan untuk melakukan proses pemanasan homogen namun dalam jumlah yang kecil. Bentuk dan bahan dari cawan ini sendiri mampu memastikan pendistribusian panas yang merata. Sehingga menghindari titik panas yang mampu menyebabkan dekomposisi yang tidak merata dari zat kimia.

5. Memisahkan Senyawa Campuran

Fungsi berikutnya adalah digunakan untuk memisahkan senyawa campuran dengan bantuan proses penguapan. Komponen yang lebih mudah menguap akan menghilang terlebih dahulu meninggalkan cawan.

Sedangkan komponen yang tidak mudah menguap akan tetap tinggal dan berada di permukaan cawan. Cara ini dapat membantu peneliti untuk melakukan analisis lebih lanjut pada masing-masing komponen.

6. Uji Kualitatif

Alat ini juga bisa digunakan untuk membantu proses uji kualitatif, khususnya untuk mengidentifikasi kation atau anion yang ada di dalam sampel uji coba. Metode ini sendiri akan melibatkan pengendapan ion tertentu dan pengamatan perubahan warna maupun pembentukan kristal yang khas.

7. Tempat Penyimpanan Sementara

Fungsi terakhirnya adalah dapat dimanfaatkan untuk menyimpan sampel atau bahan kimia sementara hingga nantinya siap untuk dipakai atau dilakukan analisis lebih lanjut. Cawan ini juga berguna untuk menghindari terjadinya proses kontaminasi silang di antara bahan-bahan yang berbeda.

Baca Juga : Pipet Volume

Gambar Cawan Porselin

Setelah mengetahui apa saja fungsinya, maka di sini kamu juga bisa melihat gambar cawan porselin yang sudah Kelasedu siapkan di bawah ini:

Cawan Porselin Terbuat Dari

Meskipun bernama cawan porselin, namun sebenarnya tidak semua cawan ini terbuat dari bahan porselin atau keramik yang tahan panas loh. Meskipun secara umum, memang cawan ini terbuat dari bahan keramik, namun sebenarnya cawan ini terbuat dari dua bahan yang berbeda. Dan berikut penjelasan lengkapnya:

1. Cawan Porselin (Porcelain Crucible)

Sesuai dengan namanya, maka cawan ini terbuat dari bahan keramik porselin yang merupakan jenis keramik yang sangat kuat dan tahan terhadap panas.

Bahan ini juga memiliki sifat-sifat yang memungkinkannya untuk digunakan dalam proses pemanasan dengan suhu yang tinggi. Seperti proses pemanasan yang dilakukan di laboratorium kimia.

Cawan dari bahan porselin atau keramik ini juga bisa digunakan untuk menguapkan zat cair, tempat mengaduk sampel hingga melakukan reaksi tingkat tinggi pada suatu suhu panas tertentu.

2. Cawan Penguap (Evaporating Dish)

Berikutnya ada cawan penguap yang terbuat dari bahan kaca yang kuat sehingga tahan panas dan tahan terhadap reaksi kimia. Biasanya cawan ini digunakan untuk menguapkan cairan di dalam berbagai percobaan kimia. Untuk menguapkan larutan hingga menghasilkan residu padat.

Ukuran Cawan Porselin

Ukuran dari cawan porselin ini juga cukup beragam kok, yang mana bisa disesuaikan dengan penelitian yang sedang kamu lakukan. Mulai dari 20 ml, 35 ml, 75 ml dan 100 ml untuk ukuran kecil. Sedangkan ukuran sedang umumnya memiliki ukuran mulai dari 150 ml, 250 ml dan 300 ml. Untuk ukuran besar biasanya dari 400 ml, 500 ml hingga 1.000 ml.

Baca Juga : Gelas Arloji

Cara Menggunakan Cawan Porselin

Cawan penguap atau cawan porselin ini merupakan peralatan laboratorium yang umum digunakan untuk melakukan berbagai jenis percobaan atau eksperimen. Mulai dari proses penguapan, penyulingan hingga analisis kimia loh. Untuk menggunakan cawan ini, kamu bisa simak panduan dari Kelasedu berikut:

1.  Persiapkan Peralatan dan Bahan

Sebelum kamu mulai menggunakan cawan porselin, pastikan kamu telah menyiapkan semua peralatan dan bahan yang kamu butuhkan, seperti:

  • Cawan porselin.
  • Bahan yang akan dievaporasi atau disuling.
  • Statif atau penyangga cawan.
  • Bunsen burner atau pemanas lainnya (misalnya: pemanas listrik).
  • Tripod atau tiga kaki yang akan digunakan untuk menopang cawan.
  • Kertas saring (jika diperlukan).
  • Penutup cawan (biasanya berupa cangkir porselin kecil).

2. Pasang Cawan di Atas Statif

Tempatkan cawan porselin di atas statif atau penyangga cawan. Pastikan cawan ditempatkan dengan aman dan seimbang. Jika perlu, kamu bisa menggunakan klem untuk menjaga cawan agar tidak tergelincir ya.

3. Isi Cawan dengan Bahan yang Akan Dievaporasi

Masukkan bahan yang akan dievaporasi atau disuling ke dalam cawan porselin. Pastikan cawan tidak terlalu penuh, agar tidak tumpah saat proses pemanasan. Jika perlu, gunakan kertas saring untuk menyaring bahan sebelum dimasukkan ke dalam cawan.

4. Panaskan Cawan

Nyalakan Bunsen burner atau pemanas yang akan kamu gunakan. Panaskan cawan porselin secara perlahan untuk menguapkan atau menyulingkan bahan yang ada di dalamnya.

Penting untuk melakukan pemanasan perlahan agar menghindari perpecahan cawan karena perubahan suhu yang terlalu drastis.

5. Pantau Proses Evaporasi atau Distilasi

Selama proses penguapan atau penyulingan berlangsung, pantau suhu dan perubahan yang terjadi pada bahan dalam cawan. Pastikan kamu melakukan pemanasan dengan hati-hati dan tidak melebihi suhu yang diperlukan.

Selama proses ini, komponen yang mudah menguap akan menguap dan dapat dikondensasi kembali jika diperlukan.

6. Selesaikan Proses dan Dinginkan

Setelah kamu selesai dengan proses penguapan atau penyulingan, matikan pemanas dan biarkan cawan porselin mendingin sampai suhunya aman untuk ditangani dengan tangan.

7. Analisis Hasil

Hasil dari proses penguapan atau penyulingan dapat digunakan untuk analisis kimia lebih lanjut, pengukuran berat, atau keperluan eksperimen lainnya, sesuai dengan tujuan yang kamu harapkan.

8. Bersihkan Peralatan

Setelah selesai, pastikan kamu juga membersihkan cawan porselin dan peralatan laboratorium lainnya dengan benar untuk menghindari kontaminasi dan mempertahankan kualitas peralatan.

Prinsip Kerja Cawan Porselen

Cara kerja cawan evaporasi sebenarnya cukup sederhana. Prosesnya mirip dengan cara matahari menguapkan air dari permukaan tanah atau danau. Cawan evaporasi ditempatkan di atas sumber panas, seperti Bunsen burner atau pemanas listrik.

Proses pemanasan ini akan meningkatkan energi molekuler dalam cairan, memungkinkan molekul air atau pelarut untuk bergerak lebih cepat. Ketika cairan terpapar panas, molekul air atau pelarut mulai menguap dari permukaan cairan yang akhirnya berubah menjadi uap dan naik ke atas.

Sementara air atau pelarut menguap, zat padat atau konsentrat yang tersisa dalam cawan akan menjadi lebih pekat. Zat yang tertinggal inilah yang nantinya akan kamu analisis. Karena setelah proses penguapan selesai, kamu bisa mengumpulkan zat padat atau konsentrat yang tersisa di dalam cawan evaporasi.

Baca Juga : Labu Erlenmeyer

Harga Cawan Porselin

Sebagai referensi, Kelasedu juga sudah merangkum harga dari cawan porselin yang bersumber dari berbagai marketplace yang ada di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee dan Lazada:

UkuranShopeeLazadaTokopedia
KecilRp. 9.600Rp. 7.212Rp. 8.500
SedangRp. 25.000Rp. 25.000Rp. 23.800
BesarRp. 140.000Rp. 134.000Rp. 150.000

Kesimpulan

Cawan porselin adalah alat laboratorium yang terbuat dari bahan porselin dan tahan terhadap suhu ekstrim dan panas. Karena ketahanannya inilah maka cawan ini berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses evaporasi atau penguapan. Serta sebagai tempat untuk proses rekristalisasi dan tempat pengeringan.