Gelas Piala: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menggunakannya

Gelas Piala: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menggunakannya

Gelas piala sering disebut juga dengan nama gelas beaker yang merupakan salah satu peralatan penting di dalam laboratorium, dan termasuk ke dalam kategori alat gelas.

Nah, untuk itu di sini Kelasedu akan memberikan pembahasan lengkap mengenai gelas beaker ini. Mulai dari pengertian, fungsi, perbedaan gelas beaker dengan gelas ukur hingga gambar dan harganya.

Pengertian

Apa itu gelas piala? Gelas piala disebut juga sebagai gelas kimia yang biasanya terbuat dari kaca. Meski ada juga yang terbuat dari bahan lain, seperti plastik dan logam. Gelas ini dibuat dengan menggunakan bahan kaca agar tidak mempengaruhi sampel larutan. Sekaligus bahan kaca juga tahan dari sebagian besar reaksi kimia.

Namun karena terbuat dari bahan kaca, biasanya alat ini juga cukup rentan. Sehingga kamu wajib berhati-hati saat menggunakan gelas ini. Biasanya peneliti menggunakan gelas ini sebagai wadah penampung untuk mengaduk, mencampurkan hingga memanaskan cairan yang merupakan bahan penelitian.

Untuk bentuknya sendiri, gelas ini umumnya berbentuk silinder dengan bagian dasar yang rata. Sedangkan untuk ukuran dari gelas ini, biasanya gelas ini tersedia dalam berbagai ukuran. Mulai dari ukuran paling kecil yakni 10 ml, hingga ukuran paling besar yakni beberapa liter.

Gelas ini sendiri biasanya memiliki corong kecil yang dapat memudahkan kamu dalam menuangkan cairan. Sehingga tidak mudah tercecer atau tumpah.

Fungsi Gelas Piala

Apa-apa saja fungsi gelas beaker ini ? Berikut Kelasedu sudah merangkum fungsi-fungsi gelas piala untuk kamu:

1. Alat Pengukur Volume Cairan

Fungsi utama dari alat gelas ini adalah untuk mengukur volume cairan karena gelas beaker ini biasanya mempunyai tanda ukur. Sehingga dapat membantu kamu untuk menentukan berapa jumlah volume cairan yang ada di dalam gelas. Berdasarkan ukuran mililiter atau liter.

2. Untuk Mencampurkan Cairan

Gelas beaker sering digunakan untuk mencampur zat-zat kimia berupa larutan, dengan bentuk datar pada bagian dasar dan dinding vertikal yang memanjang. Sehingga akan memudahkan kamu dalam mencampurkan cairan tanpa adanya resiko tertumpah.

3. Melakukan Proses Pemanasan

Gelas beaker biasanya terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap suhu tinggi. Oleh karena itu, gelas ini juga sering sekali digunakan untuk memanaskan cairan atau larutan di atas pemantik Bunsen atau perangkat pemanas lainnya saat proses penelitian berlangsung.

4. Wadah Penyimpanan Sementara

Gelas piala juga dapat digunakan untuk penyimpanan sementara larutan atau zat kimia selama percobaan atau proses laboratorium. Biasanya gelas ini akan digunakan untuk memindahkan larutan dari satu tempat ke tempat lain.

5. Membantu Proses Pengamatan

Gelas beaker juga dapat digunakan untuk pengamatan visual selama proses penelitian di laboratorium. Dengan bahan kaca yang bening, kamu akan lebih mudah dalam melihat perubahan warna dan reaksi pada larutan yang sedang kamu panaskan.

7. Tempat Mengaduk Cairan Kimia

Gelas beaker dapat digunakan untuk mengaduk larutan atau zat kimia dengan menggunakan alat pengaduk magnetic. Atau bisa juga dengan menggunakan alat pengaduk manual.

8. Membantu Proses Penyaringan

Dalam beberapa kasus, gelas beaker juga dapat digunakan sebagai tempat untuk proses penyaringan. Misalnya, kamu dapat menempatkan kertas saring di atas beaker untuk menyaring partikel-partikel padat dari larutan cair.

Baca Juga : Labu Ukur

Bahan Pembuatan Gelas Piala Beserta Gambar

Gelas Piala terbuat dari bahan apa ? Sejauh ini ada 3 jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan gelas piala. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai bahan pembuatan gelas piala.

1. Pembuatan Gelas Piala dari Bahan kaca

Gelas piala atau gelas beaker ini umumnya terbuat dari bahan kaca borosilikat yang di dalamnya mengandung bahan boron trioksida. Sehingga membuat kaca gelas ini menjadi lebih tahan terhadap perubahan suhu yang ekstrim.

Bahkan ketahanan gelas ini cukup baik karena mampu menahan suhu hingga 400° C. Kamu bisa lihat gambar gelas piala jenis kaca di bawah ini:

Gelas Piala: Pengertian, Fungsi dan Gambar

2. Pembuatan Gelas Piala dari Bahan Plastik

Selain terbuat dari bahan kaca, ada juga gelas piala yang terbuat dari bahan plastik. Untuk membuat gelas beaker agar tahan terhadap suhu tinggi, plastik yang digunakan pun adalah jenis plastik khusus. Seperti:

  • (LDPE) Low density polyethylene yang tahan terhadap suhu sekitar -100°C hingga 80°C.
  • (HDPE) High density polyethylene yang tahan terhadap suhu sekitar -100°C hingga 120°C.
  • (PP) Polipropilena yang tahan terhadap suhu sekitar 0°C hingga 135°C
  • (PMP) Polimetilpentena yang tahan terhadap suhu sekitar 20°C hingga 175°C
  • (PTFE) Polytetrafluoroethylene yang tahan terhadap suhu sekitar -100°C hingga 260°C

Jenis-jenis plastik di atas, memiliki ketahanan terhadap bahan kimia dan suhu yang berbeda-beda. Sehingga gelas beaker yang terbuat dari bahan plastik, membutuhkan perawatan khusus. Untuk gambar gelas beaker berbahan plastik bisa kamu lihat di bawah ini:

Gelas Piala: Pengertian, Fungsi dan Gambar

3. Pembuatan Gelas Piala dari Bahan Aluminium

Gelas piala juga ada yang terbuat dari bahan logam berupa alumunium dan baja yang bersifat anti karat. Berbeda dengan gelas beaker yang terbuat dari bahan kaca dan plastik yang dapat pecah. Gelas ini cenderung tidak akan bisa pecah.

Selain itu, bahan logam yang digunakan juga mampu menahan suhu mulai dari 340°C hingga 550°C. Kamu bisa melihat contoh gambar gelas piala berjenis logam di bawah ini:

Gelas Piala: Pengertian, Fungsi dan Gambar

Cara Menggunakan Gelas Piala dengan Benar

Untuk menggunakan gelas beaker, bisa kamu simak melalui tutorial dan panduan yang sudah Kelasedu siapkan:

  1. Sebelum menggunakan gelas beaker, pastikan gelas sudah dalam keadaan bersih dan kering. Periksa juga, jika tidak ada bagian gelas yang rusak atau pecah.
  2. Berikutnya, pilih gelas yang punya kapasitas sesuai dengan kebutuhan. Kamu bisa melihat kapasitas yang ada pada gelas melalui sisi beaker.
  3. Isi atau tuangkan cairan yang akan kamu ukur atau campurkan ke dalam gelas secara hati-hati. Jika perlu, gunakan corong khusus agar tidak tumpah atau cairan tidak tercecer kemana-mana.
  4. Untuk mengukur volume cairan, gunakan skala yang tercetak di sisi gelas beaker, baca volume dari bagian bawah meniskus atau garis lengkung cairan yang ada di atas permukaan. Hindari membaca volume cairan dari atas meniskus.
  5. Jika kamu ingin mencampurkan cairan, kamu bisa memakai alat bantu khusus seperti batang pengaduk atau stirring rod dan pengaduk atau stirrer. Masukkan alat pengaduk ke dalam gelas dan aduk cairan dengan perlahan hingga cairan dapat tercampur merata.
  6. Gelas piala juga bisa kamu gunakan sebagai wadah penyimpanan cairan sementara. Gunakan juga tutup gelas beaker untuk menghindari kontaminasi.
  7. Setelah gelas selesai digunakan, maka bersihkan gelas dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Jangan lupa untuk menggunakan deterjen pembersih khusus. Jika perlu, kamu bisa menggunakan sikat laboratorium untuk membersihkan sisa sisa cairan atau senyawa kimia yang melekat di permukaan gelas.
  8. Simpan gelas dengan hati-hati di tempat yang kering dan aman. Jangan menumpuk gelas satu sama lain. Atau meletakkannya bersama dengan peralatan laboratorium lain yang bersifat keras untuk menghindari kerusakan.

Simpan gelas beaker dengan hati-hati di tempat yang aman dan kering. Hindari menumpuk gelas beaker satu sama lain atau dengan peralatan lain yang keras untuk mencegah kerusakan.

Baca Juga : Cawan Porselin

Perbedaan Gelas Piala dan Gelas Ukur

Gelas piala atau gelas beaker dan gelas ukur merupakan dua jenis peralatan laboratorium yang berbeda. Meski fungsi utama dari kedua alat gelas ini sama sama untuk mengukur volume cairan.

Namun sebenarnya kedua alat gelas ini memiliki beberapa perbedaan. Seperti desain dan bentuk, fungsi hingga penggunaannya. Dalam penggunaannya, pemilihan antara dua alat gelas ini dilakukan berdasarkan pada kebutuhan spesifik penelitian atau analisis yang dilakukan.

Untuk itu, kamu wajib tahu perbedaan dari kedua alat gelas ini, sebelum menggunakannya nanti. Dan agar kamu tidak bingung, di sini Kelasedu juga akan menjelaskan apa sih, perbedaan gelas piala dengan gelas ukur:

1. Desain dan Bentuk

Untuk bentuknya sendiri, memang secara sekilas kedua alat gelas ini memiliki bentuk yang hampir sama. Namun jika kamu perhatikan dengan baik, keduanya punya perbedaan kok.

Karena jika dilihat dari segi desain atau bentuk, gelas beaker ini mempunyai bentuk yang hampir silindris. Dengan bagian atau permukaan dasar yang datar namun ada juga yang bagian dasarnya sedikit cembung. Bagian leher gelas beaker ini juga berbentuk sedikit melebar.

Gelas beaker biasanya memiliki tanda ukur kasar yang berada di sisi luar. Fungsinya adalah sebagai panduan kasar untuk mengukur volume cairan.

Sedangkan gelas ukur mempunyai bentuk yang cenderung lebih sempit dan tinggi leher yang lebih panjang namun menyempit pada bagian atasnya. Gelas ukur juga memiliki tanda ukur di bagian permukaan luar dengan ukiran yang lebih halus. Namun dengan ukuran yang terbilang lebih akurat dibandingkan dengan gelas beaker.

Karena gelas ukur memang dirancang secara khusus untuk mengukur volume cairan secara akurat dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi.

2. Penggunaan

Fungsi utama dari gelas beaker sebenarnya adalah untuk mencampur, memanaskan hingga sebagai wadah penyimpanan cairan dalam jumlah besar. Biasanya gelas beaker digunakan dalam proses pelarutan hingga persiapan pelarutan.

Sedangkan gelas ukur memiliki fungsi utama sebagai alat pengukur volume cairan. Sesuai dengan namanya, gelas ukur memiliki akurasi yang lebih tinggi. Sehingga gelas ukur memang lebih sering digunakan untuk mengukur volume cairan kimia pada proses pembuatan larutan dengan tingkat konsentrasi yang tepat.

3. Tanda Ukur

Kedua alat gelas ini memang memiliki tanda ukur, namun gelas ukur memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. Sehingga gelas ukur biasanya tersedia dalam banyak ukuran. Mulai dari ukuran paling kecil yakni 1 ml hingga ukuran paling besar yakni 1 liter atau bahkan lebih.

Sedangkan gelas piala biasanya hanya tersedia dalam beberapa ukuran dan tidak selengkap ukuran gelas ukur. Biasanya gelas beaker tersedia dalam ukuran mulai dari 50 ml hingga 100 ml.

4. Presisi

Gelas beaker memang dirancang secara khusus untuk pengukuran kasar saja atau perkiraan. Berbeda dengan gelas ukur yang memang memiliki tingkat presisi lebih tinggi. Sehingga sangat cocok untuk digunakan mengukur volume dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Baca Juga : Pipet Volume

Harga Gelas Piala di Online Shop

Gelas piala ini memiliki harga yang bervariasi, tergantung jenis, ukuran hingga merknya. Di sini Kelasedu sudah merangkum harga gelas beaker berdasarkan marketplace terbesar di Indonesia. Sehingga bisa kamu jadikan sebagai referensi sebelum membeli alat gelas ini. Berikut daftar harganya:

UkuranLazadaTokopediaShopee
KecilRp 30.000Rp 45.000Rp 35.000
SedangRp 44.200Rp 40.000Rp 45.000
BesarRp 120.000Rp 109.000Rp 120.000

Kesimpulan

Sekarang sudah tahu kan, apa saja fungsi dari gelas piala, cara menggunakannya, gambar, harga hingga perbedaan gelas ini dengan gelas ukur. Semoga bermanfaat, sampai jumpa pada pembahasan dari Kelasedu lainnya.