Ingin Pindah Kewarganegaraan? Simak dulu hal ini!

Ingin pindah kewarganegaraan
Ingin pindah kewarganegaraan?

Dalam kurun waktu satu bulan ke belakang, kasus atau isu kontroversial yang
terjadi di Indonesia sukses membuat masyarakat bingung sekaligus resah.
Masalah yang cenderung terjadi di sistem politik dan pemerintahan Indonesia,
seperti pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, menteri yang terlibat dalam
kasus korupsi, pembakaran lahan di Papua, pembangunan taman rekreasi di Pulau
Komodo, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi, berhasil memunculkan banyak
pernyataan kekecewaan sekaligus sindiran yang dikeluarkan oleh masyarakat
kepada pemerintah. Sindiran “Jadi ingin pindah kewarganegaraan” merupakan
salah satu contoh yang popular dilontarkan di media sosial setiap ada
permasalahan yang meresahkan masyarakat.

Terlepas dari gurauan yang menyelimuti pernyataan di atas, tidak menutup
kemungkinan sindiran tersebut dapat menanamkan sikap dan perilaku, terutama
pada remaja, yang tidak mengakui identitas kewarganegaraan yang ia miliki.
Selain itu, pemikiran yang menyebar di media sosial secara tersirat maupun
tersurat, bahwa menjadi warga negara lain lebih baik dibanding menjadi warga
negara Indonesia, ditambah anggapan Indonesia merupakan negara yang buruk dari
segala aspek, serta tidak memiliki harapan apapun bagi masa depan negara,
tentu dapat merusak keyakinan akan identitas kewarganegaraan yang dimiliki.
Disinilah peran dan urgensi pendidikan kewarganegaraan dibutuhkan di
Indonesia. 

Apakah Anda yakin keadaan sekarang ini akan sama saja di masa depan ini? Apakah dengan melepas kewarganegaraan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi?

Apabila diperhatikan dan ditinjau secara reflektif, tentu keadaan suatu negara
memiliki kemungkinan untuk tetap berkembang dan berubah ke arah yang
dikehendaki negara itu sendiri. Oleh karena itu, perlu ditanamkan sikap cinta
tanah air, berpikir kritis, analitis, demokratis, adaptif secara moral dan
pengetahuan, serta rasa bangga pada cita-cita suatu negara. Dalam konteks ini,
pendidikan kewarganegaraan penting untuk mewujudkan hal-hal tersebut. 

Apabila ditinjau dari sumber historis, memang sudah tujuan dari pendidikan
kewarganegaraan untuk membentuk seseorang menjadi manusia yang memilki rasa
kebangsaan dan cinta tanah air. Secara terminologis, pendidikan
kewarganegaraan memiliki inti demokrasi politik yang diperluas dengan
sumber-sumber pengetahuan lainnya sehingga memberikan pengaruh positif pada
berbagai bidang di masyarakat.

Dengan demikian, seorang warga negara akan terlatih untuk berpikir secara
kritis, analitis, dan demokratis dalam mempersiapkan, memperbaiki,
melaksanakan, dan mengevaluasi kehidupan berbangsa dan negara berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. Secara historis, tujuan dari pendidikan
kewarganegaraan adalah untuk membangun rasa bangga pada cita-cita dan tujuan
Indonesia untuk merdeka. Secara sosiologis, pendidikan kewarganegaraan harus
digunakan pada susunan sosial kultural masyarakat sehingga dapat mengajak
untuk mencintai tanah air dan bangga pada negara Indonesia. Terakhir secara
politis, pendidikan kewarganegaraan ni lahir karena tuntutan kosntitusi dan
kebijakan pemerintah lain yang berkuasa pada masanya. 

Berdasarkan tinjauan-tinjauan di atas, penyelenggaraan pendidikan
kewarganegaraan perlu diterapkan, khususnya pada remaja, karena pada umumnya
seorang warga negara harus memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan
yang baik agar dapat mengembangkan, memperbaiki, dan mengevaluasi suatu
kebijakan yang nantinya akan diterapkan di masa depan. Selain itu, pembentukan
dan pengembangan warga negara yang berkarakter baik dan cerdas sangat
diperlukan dalam kehidupan masyarakat agar terwujud pelopor dan masyarakat
yang mampu berdinamika, berbangsa, dan bernegara bersama sesuai dengan
Pancasila dan UUD 1945. 

Pendidikan kewarganegaraan yang dapat mematahkan stigma menjadi warga negara
lain itu lebih baik dan Indonesia tidak memiliki harapan untuk berubah di masa
depan merupakan jenis pendidikan yang diperlukan agar senantiasa dapat
menghadapi dinamika perubahan pula di masa depan, baik dalam sistem kenegaraan
maupun pemerintahan. Selain itu, pendidikan yang dapat dengan aktif
menyesuaikan pandangan warga negara, perubahan konstitusi negara, serta
tuntutan perkembangan negara, merupakan salah satu manfaat yang dapat diterima
dari pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan. 

Intinya, melalui pendidikan kewarganegaraan, dapat disadari bahwa kita
membutuhkan sesama untuk berdinamika dalam berbangsa dan bernegara. Kekuatan
satu orang yang dapat memberikan dampak besar pada banyak orang dan kekuatan
orang banyak dapat memberikan dampak yang besar pula pada masyarakat yang
lebih luas merupakan dasar pemikiran yang dapat menjadi keyakinan kita untuk
tetap beradaptasi menghadapi perubahan dan kebijakan yang ada. 

Jika bukan warga negara yang sudah mengenal seluk beluk permasalahan yang terjadi di dalamnya sendiri yang menyelesaikan, siapa lagi yang bisa?

Sudah sepatutnya pula kita sadar bahwa kita merupakan bagian dari sesuatu hal
besar dengan tanggung jawab yang besar pula dan akan saling memberikan
pengaruh pada kehidupan masyarakat serta negara pada masa yang akan datang.
Jadi, ingin pidah kewarganegaraan? 

Oleh Zaki Rizki Ahdani Buchari 

[Project Citizen – PKN 42]
[Fakultas Psikologi UGM]

Referensi

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. (2016). Pendidikan
Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Cetakan ke-1: 2016