Labu Erlenmeyer: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menggunakan

Labu Erlenmeyer Pengertian, Jenis-jenis dan Fungsinya

Labu Erlenmeyer adalah nama lain dari gelas laboratorium yang memiliki bentuk unik karena pada bagian atasnya berbentuk kerucut. Gelas ini sendiri berfungsi untuk membantu proses penelitian atau eksperimen mikrobiologi.

Pada kesempatan kali ini, Kelasedu akan memberikan pembahasan mengenai salah satu peralatan laboratorium ini. Mulai dari pengertian, apa saja fungsinya, jenis-jenisnya, gambar dan berapa harganya.

Pengertian Labu Erlenmeyer

Apa itu Labu Erlenmeyer? Labu Erlenmeyer ini sendiri adalah sebuah gelas yang sering digunakan untuk proses titrasi atau menampung larutan yang akan digunakan sebagai penelitian.

Alat ini juga sering disebut atau dikenal dengan nama gelas laboratorium karena fungsinya memang adalah sebagai wadah. Gelas ini juga biasa digunakan sebagai tempat untuk melakukan pembiakan pada mikroba.

Meski alat ini memiliki bentuk seperti gelas, akan tetapi sebenarnya gelas ini tidak dapat digunakan untuk mengukur volume larutan loh. bentuk dari Labu Erlenmeyer ini sendiri memang mirip dengan gelas namun ujung kepalanya lebih kecil. Dengan bagian bawah yang mulai melebar hingga ke dasar.

Sederhananya, gelas ini memiliki bentuk kerucut pada bagian atas dengan leher silinder dan berbentuk datar pada bagian dasar. Bahan pembuatan dari gelas ini sendiri adalah gelas borosilikat yang kuat. Sehingga gelas ini mampu bertahan dalam kondisi suhu atau temperatur yang panas sekalipun.

Fungsi Labu Erlenmeyer

Labu Erlenmeyer memliki banyak sekali fungsi, Berikut adalah rangkuman fungsi yang telah disediakan oleh Kelasedu:

1. Media Pencampuran dan Pengadukan

Fungsi utama dari gelas ini adalah sebagai tempat atau wadah untuk mencampur dan mengaduk senyawa kimia. Dengan bentuk kerucut di bagian atasnya yang khas, membuat gelas ini cukup efisien digunakan dalam mengaduk cairan kimia yang berbahaya. Tanpa takut dengan resiko tumpah atau tercecer saat proses pengadukan atau pencampuran.

2. Media Pemanasan

Fungsi berikutnya dari gelas ini adalah sebagai media untuk memanaskan larutan kimia. Dengan bahan kaca borosilikat yang kuat, maka gelas ini umumnya aman digunakan. Sebab bisa tahan dan tidak terpengaruh dengan temperatur tinggi. Dengan bahan yang kuat ini, membuat Labu Erlenmeyer tidak mudah pecah dan aman pada saat dipanaskan.

3. Titrasi

Pada proses analisis kimia, maka gelas ini biasanya sering digunakan sebagai tempat atau bejana untuk melakukan proses titrasi. Proses titrasi ini sendiri merupakan sebuah teknik laboratorium yang digunakan untuk menentukan konsentrasi pada suatu zat.

4. Kultur Mikroorganisme

Alat ini juga memiliki fungsi yang tak kalah penting di dalam laboratorium karena digunakan sebagai media untuk menumbuhkan mikroorganisme. Seperti ragi, bakteri hingga sel sel kultur.

Dengan bentuknya yang kerucut dan permukaan yang datar pada bagian bawah. Gelas ini pun, mampu memberikan area yang luas sebagai tempat untuk pertumbuhan mikroorganisme.

5. Tempat Penyaringan

Fungsi berikutnya dari alat ini adalah sebagai tempat untuk proses penyaringan. Contohnya di dalam proses pemisahan padatan dari larutan. Maka kamu bisa menggunakan kertas saring atau filter yang diletakkan di atas labu. Dan labu akan menjadi tempat untuk menampung zat cairan yang dipisahkan dari partikel padatan.

6. Tempat Penyimpanan Sementara

Di dalam sebuah eksperimen atau uji coba, labu ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bagi reaksi kimia atau larutan. Sebelum nantinya dipindahkan ke wadah lain atau untuk menuju ke proses selanjutnya.

7. Pengukur Volume

Pada umumnya Labu Erlenmeyer ini memiliki beberapa jenis baik dari segi bentuk hingga ukuran. Ada labu yang tidak memiliki keterangan ukuran namun ada juga yang memiliki keterangan ukuran.

Untuk labu yang memiliki keterangan ukuran volume maka biasa digunakan untuk mengukur volume larutan. Alat ini pun, memiliki akurasi yang cukup baik loh.

Baca Juga : Sikat Tabung Reaksi

Gambar Labu Erlenmeyer

Dari penjelasan tadi, kamu tentunya sudah mulai mendapatkan gambaran tentang alat tersebut, bukan? Untuk memahaminya lebih lanjut, silakan lihat gambar Labu Erlenmeyer dari Kelasedu berikut ini:

Gambar 1

Labu Erlenmeyer

Gambar 2

Labu Erlenmeyer

Gambar 3

Labu Erlenmeyer

Jenis-jenis Labu Erlenmeyer

Jika kamu lihat dari gambarnya saja, seolah labu ini hanya memiliki satu jenis yang sama. Padahal jika kamu perhatikan dengan lebih detail, maka ada beberapa bentuk labu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini karena Labu Erlenmeyer sendiri memiliki beberapa jenis, seperti berikut:

1. Erlenmeyer Tutup Asah

Labu ini memiliki bentuk yang paling mudah diingat dengan bagian atas yang berbeda. Karena bagian atasnya tertutup atau memiliki tutup yang berfungsi sebagai wadah untuk mereaksikan senyawa kimia yang mudah teroksidasi atau menguap oleh udara. Sehingga dengan penutup di atas, larutan yang ada di dalam labu tidak terkena udara dan menguap.

Labu jenis ini juga biasa digunakan untuk proses titrasi dengan pengocokan yang kuat karena dihubungkan dengan alat bantu. Seperti ekstraksi, destilasi dan lainnya.

2. Erlenmeyer Bercabang

Berikutnya ada Labu Erlenmeyer memiliki cabang pada bagian lehernya. Untuk bentuk umum dari labu ini sendiri masih sama dengan labu tanpa tutup asah. Hanya terdapat sedikit perbedaan pada bagian cabang yang ada di bawah lehernya.

Labu ini juga memiliki fungsi yang sama dengan labu pada umumnya yakni labu tanpa tutup asah. Namun pipa yang terdapat pada sisi atas di leher labu ini biasanya digunakan untuk melakukan proses penyaringan dengan bantuan corong buchner. Atau dengan cara dihubungkan dengan menggunakan pompa hisap.

Labu Erlenmeyer Terbuat dari Bahan?

Sebagai salah satu perangkat atau peralatan penting yang digunakan di laboratorium, maka sudah pasti Labu Erlenmeyer terbuat dari bahan yang tahan dengan bahan kimia dan perubahan suhu yang ekstrim.

Apalagi labu ini digunakan untuk berbagai eksperimen biologi dan kimia sehingga labu ini terbuat dari bahan kaca borosilikat yang memang memiliki bahan kuat. Sekaligus tahan terhadap berbagai perubahan suhu dan senyawa kimia yang berbahaya.

Bahan kaca borosilikat ini memang memiliki banyak keunggulan, seperti memiliki daya tahan yang tinggi. Serta dapat menerima perubahan suhu dengan cepat sekaligus mampu bertahan dengan reaksi kimia yang kuat.

Tidak hanya terbuat dari kaca borosilikat, namun juga terdapat beberapa jenis labu yang terbuat dari bahan lain. Seperti plastik dan logam atau stainless steel.

Ukuran Labu Erlenmeyer

Ukuran labu ini cukup bervariasi dan tersedia dalam berbagai kapasitas yang berbeda sehingga bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Namun untuk ukuran yang labu yang paling umum, mulai dari 50 ml untuk ukuran yang paling kecil.

Lalu ada labu dengan ukuran 50 ml, 125 ml, 250 ml hingga 500 ml, untuk ukuran sedang. Sementara itu, labu dengan ukuran atau volume besar biasanya berukuran 1.000 atau 1 liter. Bahkan ada juga labu yang memiliki ukuran hingga 2.000 ml loh.

Selain ukuran-ukuran tersebut, ada juga ukuran dengan kapasitas volume yang lebih besar. Sehingga bisa kamu gunakan untuk melakukan berbagai eksperimen atau penelitian yang membutuhkan senyawa kimia dalam jumlah yang banyak.

Cara Menggunakan Labu Erlenmeyer

Untuk menggunakan alat gelas ini, caranya mudah saja. Agar lebih mudah, kamu bisa lihat tutorial yang sudah Kelasedu sediakan di bawah ini:

  1. Tuangkan zat kimia ke dalam labu dengan hati-hati.
  2. Lalu tambahkan larutan pelarut ke dalam labu, kemudian goyang-goyangkan labu untuk mencampur kedua bahan tersebut hingga rata.
  3. Hati-hati saat menggunakan alat gelas ini karena terbuat dari bahan kaca yang mudah pecah, sehingga pegang labu dengan erat agar tidak terjatuh. Selalu utamakan keselamatan kerja saat di dalam laboratorium atau ruang praktikum.
  4. Selain itu, alat gelas ini juga bisa kamu gunakan untuk melakukan praktik mikrobiologi, namun kamu harus menggunakan labu dengan proof atau penutup. Kamu juga bisa menggunakan kapas untuk menutup bagian atas labu.
  5. Karena pada praktik biologi, biasanya akan menggunakan mikroorganisme sebagai bahan uji coba. Sehingga labu harus tertutup rapat agar mikroorganisme tidak keluar.

Baca Juga : Tabung Reaksi

Cara Pemeliharaan Labu Erlenmeyer

Sebagai peralatan laboratorium yang penting dan sering bersentuhan dengan senyawa kimia. Maka Labu Erlenmeyer harus selalu dijaga kondisinya agar tetap higienis dan bersih pada saat akan digunakan.

Itulah sebabnya, setelah selesai menggunakan labu untuk kebutuhan penelitian atau uji coba. Kamu wajib membersihkannya dengan cara mencucinya hingga bersih. Agar tidak ada senyawa kimia atau bahan sisa pengujian yang tersisa.

Karena hal ini bukan hanya bisa merusak labu namun juga bisa meningkatkan resiko kontaminasi yang terjadi akibat pencampuran zat kimia sisa penelitian yang sudah dilakukan. Dengan bahan kimia yang akan digunakan pada penelitian berikutnya.

Prosedur Pencucian Labu Erlenmeyer:

  1. Untuk mencegah jejak ion zat terlarut dari pelarut yang berbeda tertinggal di alat gelas, maka kamu harus mencuci dan membilasnya dengan menggunakan air bersih.
  2. Jangan lupa juga untuk menggunakan zat pembersih seperti sabun deterjen khusus atau bisa juga dengan menggunakan pupuk abrasif untuk mencuci peralatan gelas. Agar bisa menghilangkan noda yang membandel. Caranya dengan mencuci alat gelas ini dengan memasukkan larutan pembersih atau air sabun.
  3. Gosok secara perlahan dengan menggunakan sikat laboratorium. Selanjutnya bilas dengan menggunakan air mengalir hingga benar-benar bersih. Untuk hasil yang maksimal, bilas labu sebanyak dua kali.
  4. Lalu sempurnakan dengan membilasnya menggunakan alkohol agar zat organik hilang sepenuhnya dari permukaan labu.

Setelah selesai dibersihkan, kamu bisa menyimpannya di dalam lemari pengering. Sebaiknya jangan memakai pengering tangan atau hairdryer ya. Sebab terdapat zat aditif yang bisa membuat kaca berminyak.

Prinsip Kerja Labu Erlenmeyer

Prinsip kerja dari labu ini sendiri didasarkan pada bentuknya yang unik dan khas. Serta mempunyai beberapa keunggulan dalam membantu proses penelitian di laboratorium.

Dengan bentuknya yang kerucut pada bagian atas dan tumpul pada bagian leher. Membuat labu ini memiliki keunggulan yakni mampu mengurangi proses penguapan cairan yang jauh lebih baik, daripada labu dengan leher datar atau panjang.

Bentuknya yang unik dan khas ini juga memungkinkan proses pengadukan dan pencampuran agar lebih efisien tanpa adanya resiko tertumpah.

Baca Juga : Mikroskop

Harga Labu Erlenmeyer

Di bawah ini Kelasedu sudah merangkum harga alat gelas ini berdasarkan pada riset yang dilakukan di marketplace terkenal Indonesia ya:

Ukuran Alat GelasTokopediaShopeeLazada
KecilRp 19.150Rp 21.000Rp 25.000
SedangRp 28.500Rp 30.000Rp 39.000
BesarRp 89.000Rp 90.000Rp 75.000

Kesimpulan

Labu Erlenmeyer termasuk sebagai peralatan yang fungsional dan serba guna di dalam laboratorium. Bahkan alat gelas ini tidak hanya digunakan untuk membantu penelitian di bidang ilmu kimia dengan bahan-bahan dan senyawa kimia berbahaya. Namun juga pada penelitian biologi yang bisa digunakan untuk kultur organisme.