Labu Ukur: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Labu Ukur: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Labu ukur termasuk ke dalam golongan atau kategori alat gelas karena labu ukur ini memang terbuat dari bahan gelas yang tahan panas. Namun juga mudah pecah jika terjatuh.

Untuk lebih jelasnya, di sini Kelasedu akan memberikan pembahasan lengkap mengenai labu ukur mulai dari pengertian, fungsi, gambar, ukuran, jenis-jenis, dan bagaimana cara menggunakan labu ukur dengan benar.

Pengertian Labu Ukur

Apa itu labu ukur? Labu ukur sendiri merupakan sebuah alat gelas yang berbentuk seperti buah pir, dengan bagian leher yang kurus dan memanjang. Biasanya alat ini juga disebut dengan istilah lain yakni labu takar.

Penggunaan labu takar dipilih karena dapat mempermudah peneliti dalam membuat larutan maupun melakukan proses pengenceran dari larutan yang digunakan.

Alat gelas ini juga sering sekali dipakai untuk preparasi sampel larutan standar, selain itu alat ini juga bisa di kalibrasi pada suatu suhu tertentu. Misalnya pada suhu 20 derajat atau sesuai dengan yang ditunjukkan pada label alat gelas ini.

Tentu saja alat gelas ini juga sangat berguna untuk berbagai bidang ilmiah, terutama di laboratorium atau ruang praktikum kimia, biologi hingga farmasi.

Fungsi Labu Ukur

Kemampuannya yang dapat mengukur volume dengan tepat, membuat keberadaan labu takar ini terbilang cukup penting. Di sini Kelasedu juga sudah merangkum beberapa fungsi labu takar:

1. Sebagai Alat untuk Mengukur Volume Cairan

Labu takar adalah alat yang biasa digunakan untuk mengukur volume cairan, alat gelas ini memiliki tanda-garis yang menandakan berapa banyak cairan yang ada di dalamnya. Misalnya, ketika kamu perlu mengukur 100 ml air, kamu tinggal menuangkan air sampai garis 100 ml pada labu takar tersebut ya.

2. Alat Pendukung Penting dan Penelitian

Fungsi lain yang tak kalah penting dari alat ini adalah, alat ini berguna uketika kamu akan melakukan percobaan kimia atau biologi. Karena dapat kamu gunakan untuk mengukur bahan kimia atau larutan dengan tepat dan akurat.

Alat ini akan membantu kamu melakukan pengukuran dengan akurasi yang tinggi, sehingga hasil percobaan yang kamu lakukan, bisa memberikan hasil yang selalu dapat dipercaya.

3. Tempat untuk Mengencerkan Larutan

Labu takar ini juga bisa digunakan untuk mengencerkan larutan. Misalnya, kamu memiliki larutan yang terlalu kental, maka kamu bisa menggunakan labu ukur untuk menambahkan air atau zat lainnya hingga mencapai konsentrasi yang kamu inginkan.

4. Tempat Penyimpanan Sementara

Fungsi berikutnya dari labu takar ini juga bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara. Ketika kamu ingin mencampur beberapa zat kimia sebelum menuangkannya ke wadah lain. Maka kamu bisa memakai labu takar ini sebagai tempat yang sempurna untuk menyimpan senyawa kimia yang akan kamu gunakan nantinya.

5. Akurasi dalam Penelitian

Dalam sebuah penelitian ilmiah, akurasi, ketepatan dan konsistensi menjadi salah satu hal yang sangat penting. Labu takar adalah alat yang dirancang secara khusus untuk memberikan hasil yang akurat dalam mengukur volume cairan. Sehingga hasil penelitian yang kamu lakukan dapat diandalkan.

Baca Juga : Cawan Porselin

Gambar Labu Ukur

Secara garis besar, alat gelas ini memiliki bentuk yang mirip atau serupa dengan buah pir yakni dengan bentuk ramping dan bagian memanjang di atasnya. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat gambar labu ukur yang sudah Kelasedu siapkan di bawah ini:

Ukuran Labu Ukur

Seperti yang sudah Kelasedu jelaskan sebelumnya jika sebagai alat laboratorium yang penting dan termasuk ke dalam kategori alat gelas volumetrik. Maka labu ukur ini memiliki nilai angka sehingga membuat alat gelas ini juga sering disebut dengan istilah labu volumetrik atau labu takar.

Tentu karena alat gelas ini mempunyai nilai angka sehingga banyak ukuran labu akar yang tersedia dengan berbagai kategori dan variasi yang berbeda. Mulai dari 5 ml bahkan hingga 1.000 ml atau 1 liter.

Bahkan dalam kondisi tertentu, terdapat ukuran yang lebih besar dari 1.000 ml yang memang berguna untuk membantu mempermudah proses uji coba di ruang praktikum. Karena ukuran yang beragam ini, tentu akan mempermudah kamu dalam menghasilkan larutan dengan volume yang kamu butuhkan.

Contohnya, ketika kamu hendak membuat larutan NaOH 1M dengan ukuran sekitar 100 ml. Maka kamu bisa memakai labu takar dengan volume atau ukuran 100 ml. Sehingga proses pencampuran, pelarutan atau analisis pun jadi jauh lebih gampang.

Meski begitu, umumnya labu takar ini punya ukuran paling kecil di angka 10 ml, 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 500 ml hingga 1.000 ml.

Jenis-Jenis Labu Ukur

Sama seperti alat praktikum lainnya, labu takar ini juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan fungsi hingga bentuknya. Dan berikut ini Kelasedu sudah merangkum jenis jenis labu ukur yang wajib kamu tahu:

1. Tipe Standar atau Biasa

Labu takar ini yang paling umum dan banyak digunakan, karena biasa dipakai untuk mengukur volume zat cair dengan akurasi yang cukup baik.

2. Tipe Volumetrik

Jika kamu perlu mengukur volume dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, maka labu takar tipe volumetrik inilah yang kamu butuhkan. Labu takar tipe volumetrik ini dirancang dengan presisi tinggi sehingga cocok digunakan dalam eksperimen ilmiah yang memerlukan hasil yang sangat akurat dan konsisten.

3. Tipe Bulat

Saat kamu ingin menakar volume dengan jumlah yang lebih kecil, maka labu takar bulat ini adalah pilihan yang tepat. Bentuknya yang lebih kecil dan bulat membuatnya mudah dipegang dan digunakan untuk mengukur volume yang lebih kecil.

4. Tipe Separatory Funnel

Labu takar ini memiliki bentuk yang cukup unik dan berbeda dengan labu takar lainnya, karena memiliki bentuk dengan leher yang panjang dan ramping. Bentuk ini sendiri sangat berguna untuk menggabungkan dua cairan yang tidak dapat bercampur.

Misalnya seperti minyak dan air, karena penggunaan labu ini dapat memungkinkan kamu untuk memisahkan cairan yang saling bertolak belakang tersebut dengan sangat mudah.

5. Tipe Konik

Jika kamu ingin mengukur volume ketika ada reaksi kimia yang terjadi, maka labu takar konik ini adalah pilihannya. Bentuknya yang cembung di bagian bawahnya, memungkinkan kamu untuk memantau perubahan volume ketika reaksi berlangsung.

Baca Juga : Pipet Volume

Cara Menggunakan Labu Ukur

Pembahasan kali ini mengenai labu takar tidak akan lengkap jika tanpa penjelasan mengenai cara menggunakannya. Untuk itulah di sini, Kelasedu sudah merangkum bagaimana cara menggunakan labu ukur di bawah ini:

1.  Pahami Bagian-Bagian Labu Ukur

Sebelum kamu mulai menggunakannya, kamu perlu memahami bagian-bagian penting yang ada pada labu takar. Labu takar sendiri biasanya memiliki bentuk seperti gelas dengan leher yang panjang.

Pada leher labu takar terdapat garis-garis tanda pengukuran volume yang disebut dengan “graduasi.” Labu takar ini juga memiliki dasar yang datar dan bulat agar bisa diletakkan dengan stabil.

2. Siapkan Cairan yang Akan Diukur

Sebelum mengukur cairan, pastikan cairan tersebut telah disiapkan terlebih dahulu dalam wadah yang sesuai. Genggam labu takar pada bagian lehernya dengan satu tangan, hati hati ya karena alat gelas ini cukup rapuh. Kemudian, tuangkan cairan perlahan-lahan ke dalam labu takar melalui bagian leher.

3. Baca Skala Graduasi

Saat cairan sudah berada dalam labu takar, maka kamu bisa perhatikan garis-garis tanda pengukuran di leher labu. Bacalah skala graduasi dari bawah, di mana permukaan cairan bertemu dengan skala tersebut. Pastikan mata kamu sejajar dengan garis tanda pengukuran agar pembacaannya jadi lebih akurat.

4. Akurasi dan Pembulatan

Ketika kamu membaca skala graduasi, pastikan untuk mencatat angka yang paling mendekati permukaan cairan. Biasanya, pembulatan ke angka yang lebih rendah adalah cara terbaik untuk mengetahui angka akurasi.

Jika misalnya kamu melihat bahwa permukaan cairan berada di antara dua tanda pengukuran (misalnya, antara 20 ml dan 30 ml), maka kamu dapat mencatatnya sebagai 25 ml.

5. Catat Hasil Pengukuran

Setelah kamu mendapatkan hasil pengukuran volume cairan, maka catatlah angkanya. Hal ini penting kamu lakukan, terutama jika kamu sedang melakukan percobaan atau pengukuran yang membutuhkan akurasi tinggi.

Prinsip Kerja Labu Ukur

Labu ukur bekerja berdasarkan prinsip dasar yang sangat sederhana. Yakni dengan cara mengukur volume dan melihat perbedaan tinggi permukaan cairan sebelum dan sesudah kamu menuangkan atau mengeluarkan cairan dari labu tersebut.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini Kelasedu sudah merangkum bagaimana prinsip kerja labu ukur atau labu takar:

1. Mengisi Labu Ukur

Pertama-tama, kamu akan mengisi labu ukur dengan cairan yang ingin kamu ukur volumenya. Di sini kamu akan melihat tanda-tanda pengukuran berupa garis-garis pada labu tersebut, yang biasanya berupa skala mililiter (mL).

2. Membaca Volumenya

Setelah cairan diisi, kamu akan membaca tinggi permukaan cairan pada skala labu takar. Hal ini akan memberitahu kamu berapa banyak cairan yang ada dalam labu tersebut.

3. Pentingnya Presisi

Labu takar sendiri memiliki sifat yang sangat akurat dan presisi, yang berarti bahwa kamu bisa mengukur volume dengan sangat tepat. Itulah mengapa labu ini sering digunakan dalam eksperimen ilmiah yang membutuhkan hasil yang akurat dan konsisten.

4. Berhati-hati dengan Kesalahan

Namun, wajib kamu ingat bahwa pengukuran dengan labu takar juga bisa rentan terhadap kesalahan jika tidak dilakukan dengan benar. Pastikan cairan berada pada suhu yang tepat.

Serta jangan lupa untuk baca tinggi permukaan cairan pada mata level yang sejajar dengan garis horisontal.

Kalibrasi Labu Ukur

Sebelum kamu masuk ke dalam cara kalibrasi labu takar, mari pahami terlebih dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kalibrasi. Kalibrasi sendiri adalah proses yang bisa kamu lakukan untuk memastikan bahwa alat ukur yang ada di dalam labu takar tersebut dapat menunjukkan hasil yang akurat dan konsisten.

Tentu keakurasian data sangat penting dalam proses percobaan di laboratorium. Untuk itu, di sini Kelasedu sudah menyiapkan bagaimana cara melakukan kalibrasi pada labu ukur:

1. Mempersiapkan Bahan-bahan

Sebelum kamu mulai mengkalibrasi labu takar, pastikan kamu telah menyiapkan semua yang kamu butuhkan, seperti labu takar, air bersih, thermometer, timbangan, hingga kertas penanda.

2. Menentukan Kapasitas Labu Takar

Nah, setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah lengkap maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah untuk menentukan kapasitas labu takar. Kapasitas ini biasanya tercetak di labu takar. Pastikan kamu tahu kapasitasnya sebelum menggunakannya untuk melakukan proses kalibrasi ya.

3. Membersihkan Labu Takar

Pastikan labu takar dalam keadaan bersih sebelum kamu gunakan. Kamu bisa menggunakan air distilasi atau air murni untuk membersihkan labu takar dan pastikan tidak ada kotoran atau debu yang menempel.

4. Mengisi Labu Takar dengan Air

Selanjutnya, isi labu takar dengan air hingga sekitar 2/3 hingga 3/4 kapasitasnya. Pastikan suhu air sama dengan suhu ruangan atau suhu yang sudah kamu tentukan ya.

5. Menimbang Air

Gunakan timbangan yang akurat untuk menimbang massa air dalam labu takar. Catat massa ini pada kertas penanda yang sudah kamu siapkan sebelumnya.

6. Mengukur Volume

Sekarang, saatnya untuk mengukur volume air dalam labu takar. Dengan menggunakan termometer untuk mengukur suhu air dan pastikan suhunya sesuai dengan suhu yang sudah kamu tentukan sebelumnya.

7. Mencari Koreksi

Dengan memiliki data massa dan volume air, kamu dapat mencari koreksi labu takar. Koreksi ini akan memberitahu kamu seberapa akurat labu ukur yang kamu pakai. Koreksi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk volume yang perlu ditambahkan atau dikurangi untuk mendapatkan hasil yang akurat dan konsisten.

8. Mencatat Hasil

Nah, langkah terakhir adalah, catat hasil kalibrasi beserta koreksinya ya. Hasil data yang kamu peroleh akan membantu kamu dalam mengukur dengan akurat saat menggunakan labu takar nantinya.

Baca Juga : Gelas Arloji

Harga Labu Ukur di Online Shop

Harga labu takar ini sendiri cukup bervariasi tergantung pada ukuran, bentuk dan jenisnya. Semakin besar volume pada labu takar maka akan semakin mahal juga harganya. Terutama jika labu takar tersebut berasal dari brand terbaik seperti iwaki pyrex yang merupakan salah satu brand labu takar ternama.

Untuk lebih jelasnya, di sini Kelasedu juga sudah merangkum kisaran harga dari labu ukur yang dirangkum dari beberapa marketplace yang ada di Indonesia:

UkuranTokopediaShopeeLazada
KecilRp 28.600Rp 30.000Rp 30.000
SedangRp 150.000Rp 150.000Rp 150.000
BesarRp 200.000Rp 200.000Rp 200.000

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, hal menarik yang bisa kamu ambil adalah, labu ukur ini merupakan peralatan gelas laboratorium yang berfungsi untuk mengencerkan hingga membuat larutan.