Pipet Volume: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menggunakan

Pipet Volume Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menggunakan

Pipet volume atau pipet gondok merupakan sebuah alat laboratorium yang umumnya terbuat dari bahan kaca dan berbentuk silinder panjang. Dengan bagian ujung yang runcing.

Sedangkan pada bagian ujung atasnya terbuka. Jika dilihat secara sekilas, alat ini hampir sama dengan pipet ukur. Namun terdapat perbedaan karena pada bagian tengah pipet gondok terdapat sebuah tabung. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak penjelasan mengenai pengertian, fungsi, hingga cara menggunakannya di bawah ini.

Pengertian Pipet Volume

Apa itu pipet volume? Pipet volume sendiri merupakan alat laboratorium yang sangat penting kehadirannya bagi proses eksperimental atau penelitian. Terutama proses penelitian yang membutuhkan pengukuran dan penyaluran larutan cair. Atau cairan volume yang tepat, akurat dan konsisten.

Alat ini dirancang dengan struktur yang memungkinkan proses pengukuran volume pada cairan hingga ke tingkat akurasi dan presisi yang sangat tinggi. Tidak heran jika akhirnya pipet gondok ini menjadi salah satu pilihan utama bagi para peneliti. Ketika membutuhkan keakurasian. Pada saat menentukan volume cairan.

Kelebihan lain yang ada pada alat ini adalah fleksibilitasnya yang tinggi sebab alat ini hadir dengan berbagai ukuran yang bervariasi. Sehingga memungkinkan penggunaan alat ini dalam berbagai situasi dan kondisi.

Bentuk dari alat ini sendiri hampir mirip dengan tabung panjang dan sempit. Biasanya alat ini terbuat dari bahan plastik atau kaca yang tahan asam. Dengan ujung yang terdapat marka untuk menandai volume tertentu. Marka ini juga menunjukkan batas maksimal cairan yang dapat kamu ukur dengan menggunakan pipet tersebut.

Dengan bentuk dan desain yang unik ini, maka pipet tersebut juga memastikan jika volume cairan yang ditransfer akan selalu konsisten. Asalkan kamu mengisi cairan berdasarkan pada tanda yang sudah ditentukan.

Tingkat akurasi alat ini cukup baik dibandingkan dengan pipet biasa karena pipet ini hanya bisa mengukur satu ukuran volume saja. Contoh, jika kamu ingin melakukan pemipetan larutan dengan volume 100 ml maka kamu harus menggunakan pipet dengan volume 100 ml juga.

Karena memiliki tingkat akurasi dan ketelitian yang tinggi, maka pipet ini sangat berguna untuk mendukung proses pengujian yang bersifat kuantitatif. Contohnya seperti pengujian dengan menggunakan metode titrasi.

Fungsi Pipet Volume

Dengan tingkat keakurasian yang sangat tinggi, pipet ini sendiri memiliki banyak fungsi. Berikut Kelasedu sudah merangkum fungsi pipet volume di bawah ini:

1. Melakukan Pengukuran Presisi dan Akurat

Pipet ini adalah alat yang sangat berguna untuk mengukur cairan dalam jumlah yang sangat presisi. Dengan menggunakan pipet ini, maka kamu bisa mengambil volume cairan yang sangat tepat sesuai dengan yang kamu butuhkan dalam eksperimen.

Penggunaan pipet ini sendiri sangat penting di dalam sebuah penelitian karena  sedikit saja kesalahan dalam pengukuran cairan, maka dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat.

2. Transfer Cairan dengan Tepat dan Akurat

Selain untuk sebagai alat pengukur yang akurat dan presisi, pipet ini juga digunakan untuk mentransfer cairan dari satu wadah ke wadah lainnya dengan sangat akurat dan tepat jumlahnya.

Karena keakuratan sangatlah penting pada saat kamu harus menggabungkan berbagai cairan dalam jumlah yang tepat dalam proses percobaan. Pipet volume memungkinkan kamu untuk melakukan hal tersebut dengan sangat efisien.

3. Membantu Meminimalkan Kontaminasi

Salah satu kelebihan pipet ini adalah kemampuannya untuk menghindari kontaminasi silang antar cairan. Karena pada saat kamu menggunakan pipet volume, maka kamu dapat menghindari sentuhan langsung antara alat dan cairan. Sehingga risiko kontaminasi dapat diminimalkan.

4. Hadir dalam Berbagai Kapasitas

Pipet ini hadir dalam berbagai ukuran dan kapasitas, mulai dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Tentu dengan adanya hal ini, dapat memungkinkan kamu untuk mengukur dan mentransfer cairan dalam berbagai konsentrasi. Dan jumlah yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dalam percobaan yang sedang kamu lakukan.

5. Cocok untuk Berbagai Jenis Cairan

Pipet volume dapat digunakan untuk berbagai jenis cairan, termasuk cairan asam, basa, larutan garam dan masih banyak lagi. Hal tersebut menjadikan alat ini sebagai alat yang serbaguna di dalam laboratorium. Sehingga tidak heran, jika alat tersebut wajib ada dan bisa kamu temukan dengan mudah baik di ruang praktikum maupun laboratorium ya.

Baca Juga : Gelas Arloji

Gambar Pipet Volume

Untuk mengetahui bentuk dari pipet ini, kamu bisa simak dari gambar yang sudah Kelasedu sediakan di bawah ini ya:

Jenis-Jenis Pipet Volume

Pipet gondok tidak hanya tersedia dalam berbagai ukuran namun juga hadir dalam berbagai jenis yang dibedakan dari ukuran maupun bentuknya. Tentu jenis jenis pipet ini bisa kamu pakai sesuai dengan kebutuhan penelitian. Dan apa saja jenis-jenisnya?

1. Pipet Mohr

Jenis yang pertama adalah pipet mohr yang merupakan jenis pipet yang paling umum dan biasa digunakan di dalam penelitian dan uji coba di dalam laboratorium. Pipet ini sendiri memiliki skala yang terukir di sepanjang permukaan pipet. Namun tidak sampai mencapai bagian ujung bawah pipet ini.

Skala ukuran ini dapat memungkinkan pengguna untuk mengukur volume cairan di dalam berbagai jumlah. Sehingga membuat alat ini terbilang sangat fleksibel dalam berbagai kebutuhan.

Meski begitu, pipet mohr ini termasuk sebagai salah satu pipet dengan keakurasian yang cukup rendah jika dibandingkan dengan jenis pipet lainnya. Sehingga pipet ini biasa digunakan untuk prosedur pengukuran kasar atau perkiraan volume cairan.

2. Pipet Serologis

Berikutnya ada pipet serologis yang dari bentuknya saja sudah berbeda dengan pipet mohr. Karena pipet ini memiliki skala hingga ke bagian ujung pipet. Sehingga dapat membantu pengguna untuk mengukur volume cairan secara akurat. Hingga ke satuan yang paling kecil sekalipun.

Sehingga pipet ini biasa digunakan untuk melakukan prosedur pengukuran yang membutuhkan akurasi dan presisi yang tinggi. Misalnya dalam bidang serologi atau biologi molekuler.

Terdapat pula pipet serologi yang dilengkapi dengan perlengkapan peniup untuk menghilangkan cairan residual. Sehingga dapat memastikan jika semua volume cairan yang diukur dapat dipindahkan dengan mudah.

3. Pipet Mikro

Jenis yang terakhir adalah pipet mikro yang hadir dengan bentuk khusus untuk mengukur volume cairan dalam skala mikro atau skala sangat kecil. Jenis pipet yang satu ini secara umum digunakan di dalam prosedur laboratorium yang membutuhkan pengukuran serta transfer volume cairan dalam jumlah yang sangat kecil.

Dengan bentuknya yang kecil ini umumnya dalam jumlah di bawah 1 mililiter, pipet mikro membutuhkan teknik penanganan khusus. Dan biasanya penggunaan alat ini akan dibarengi dengan peniup pipet otomatis atau mekanik. Sehingga memastikan presisi dan kenyamanan penggunanya.

Ukuran Pipet Volume

Pipet gondok memiliki berbagai ukuran yang berbeda, tergantung pada kebutuhan laboratorium dan jenis pengukuran yang akan kamu dilakukan. Sebelum kamu mengetahui ukuran dari pipet gondok ini, kamu juga perlu tahu bagaimana bentuk dari alat yang satu ini.

Umumnya pipet gondok atau pipet volume terdiri dari tiga bagian, yakni yang pertama adalah bagian badan Pipet. Bagian ini berbentuk panjang dan ramping yang terbuat dari kaca atau plastik, biasanya bergradasi.

Kemudian bagian yang kedua adalah pipet pungsi yang merupakan bagian ujung pipet dengan bentuk yang tajam dan berguna untuk mengambil cairan. Dan bagian yang terakhir adalah bulb yang merupakan bagian tebal dan mudah untuk digenggam agar pengguna bisa mengendalikan aliran cairan dengan mudah.

Beberapa ukuran pipet gondok yang secara umum paling sering digunakan adalah ukuran 10 ml, 25 ml, 50 ml yang merupakan ukuran pipet gondok yang termasuk dalam kategori kecil.

Lalu ada pipet gondok berukuran 100 ml dan 250 ml yang merupakan ukuran pipet yang masuk dalam kategori sedang. Kemudian ada ukuran pipet yang mencapai hingga 1.000 ml yang termasuk ke dalam kategori pipet besar.

Baca Juga : Labu Erlenmeyer

Cara Menggunakan Pipet Volume

Untuk menggunakan pipet gondok ini, kamu bisa simak panduan yang sudah Kelasedu siapkan di bawah ini:

  1. Langkah pertama adalah pemilihan pipet yang akan kamu pakai, di sini kamu harus memilih pipet dengan kapasitas yang sesuai dengan volume cairan yang akan kamu ukur ya.
  2. Pastikan pipet dalam keadaan bersih sebelum digunakan, jika pipet terkena cairan sebelumnya, maka kamu bisa bilas dengan pelarut yang sesuai.
  3. Selanjutnya kamu bisa mulai menyiapkan cairan yang akan diukur dalam wadah yang sesuai.
  4. Gunakan pipet punsi untuk mengambil cairan dengan cara memasukkan punsi ke dalam cairan dan menarik pelan-pelan bulb pipet. Hingga cairan mengisi pipet sampai ke tanda garis yang sesuai dengan volume yang kamu butuhkan.
  5. Pindahkan cairan dengan hati-hati ke wadah yang sesuai, caranya dengan tekan bulb pipet secara perlahan hingga cairan mengalir keluar dengan presisi.
  6. Setelah selesai, bersihkan pipet dengan baik untuk mencegah kontaminasi. Kamu bisa menggunakan pelarut atau metode pembersihan yang sesuai ya.

Tips Tambahan

Untuk penggunaan pipet gondok dengan aman, ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan. Pertama, jangan pernah menggunakan mulut untuk menghisap cairan dengan pipet, karena hal ini dapat mengakibatkan kontaminasi dan berpotensi berbahaya. Jika memungkinkan, gunakan pelatuk penyangga untuk memudahkan penggunaan pipet.

Cara Kalibrasi Pipet Volume

Kalibrasi adalah proses penting untuk memastikan bahwa alat ukur, seperti pipet gondok, memberikan hasil yang akurat dan konsisten. Untuk itulah, penting melakukan kalibrasi agar kamu bisa mengetahui apakah pipet gondok yang kamu miliki masih berfungsi dengan baik atau perlu disesuaikan.

Untuk melakukan proses kalibrasi, kamu bisa melihat panduannya di bawah ini. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan menyiapkan beberapa alat yang nantinya kamu pakai untuk proses kalibrasi.

Seperti: Pipet Volume, larutan, mikropipet sebagai alat kalibrasi atau bisa menggunakan alat kalibrasi khusus lainnya, label dan catatan yang nantinya bisa kamu gunakan untuk mencatat hasil kalibrasi.

Nah, setelah semuanya sudah kamu siapkan. Maka kamu sudah siap untuk melakukan kalibrasi dengan cara di bawah ini:

  1. Sebelum memulai proses kalibrasi, pastikan jika pipet gondok dalam keadaan bersih ya. Kamu bisa memakai larutan pembersih dan bilas dengan air distilasi untuk membersihkan pipet sebelum memulai proses kalibrasi.
  2. Selanjutnya pasang pipet volume ke alat kalibrasi yang sesuai dan atur ke nol. Cara ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa pipet tidak memberikan volume ekstra saat pengambilan larutan.
  3. Kemudian ambil larutan dengan pipet volume seperti yang biasa kamu lakukan.
  4. Alihkan larutan ke dalam wadah yang sesuai dan pastikan larutan yang dikeluarkan sesuai dengan yang diukur oleh pipet.
  5. Jangan lupa untuk mencatat hasil kalibrasi dengan cara menulis volume yang diambil serta volume yang dikeluarkan juga.
  6. Bandingkan hasil kalibrasi dengan nilai yang seharusnya. Jika terdapat perbedaan yang signifikan, kamu mungkin perlu mengatur ulang pipet atau memperbaikinya ya.

Prinsip Kerja Pipet Volume

Pipet volume bekerja berdasarkan prinsip perbedaan tekanan udara. Ketika kamu menghisap cairan ke dalam pipet, kamu menciptakan perbedaan tekanan antara bagian dalam pipet dan lingkungan sekitarnya. Sehingga dapat membuat cairan naik ke dalam pipet.

Ketika kamu mengeluarkan cairan dari pipet, tekanan di dalam pipet menjadi lebih besar daripada tekanan di lingkungan sekitarnya, sehingga cairan akan keluar dengan akurat.

Baca Juga : Sikat Tabung Reaksi

Harga Pipet Volume di Online Shop

Pipet gondok hadir dengan harga yang beragam di marketplace, biasanya harganya berbeda-beda tergantung dari ukuran dan merknya. Berikut ini Kelasedu sudah merangkum kisaran harga dari pipet gondok berdasarkan tiga marketplace terkenal di Indonesia.

UkuranShopeeTokopediaLazada
KecilRp 40.000Rp 38.000Rp 55.000
SedangRp 70.000Rp 65.000Rp 85.000
SedangRp 110.000Rp 130.000Rp 110.000

Perlu kamu tahu, jika kemungkinan terdapat perbedaan harga yang dipengaruhi oleh jenis, merk, ukuran dan lokasi kamu membeli. 

Kesimpulan

Pipet volume adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur dan mentransfer volume cairan dengan akurat. Oleh sebab itu, alat satu ini sudah pasti ada di laboratorium sebagai alat pendukung penelitian.